Nama : Rizki Arif
NIM : 2110409008
Komunikasi Politik adalah komunikasi yang melibatkan
pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan,
pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah
ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik
juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara "yang memerintah" dan
"yang diperintah".
Komunikasi politik terdiri dari berbagai unsur, antara lain:
I.
Komunikator Politik
Komunikator politik adalah mereka yang
dapat memberi informasi tentang hal hal yang mengandung makna mengenai politik.
misalnya presiden, menteri, anggota DPR, politisi, dan kelompok-kelompok
penekan dalam masyarakat yang bisa mempengaruhi jalannya pemerintahan.
II.
Pesan Politik
Pesan politik ialah pernyataan yang
disampaikan, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, baik secara verbal
maupun nonverbal, tersembunyi maupun terang-terangan, baik yang disadari maupun
tidak disadari yang isinya mengandung politik. Misalnya pidato politik,
pernyataan politik, buku, brosur dan berita surat kabar mengenai politik, dll.
III.
Saluran atau Media
Politik
Saluran atau media politik ialah alat atau
sarana yang digunakan oleh para komunikator dalam menyampaikan pesan-pesan
politiknya. Misalnya media cetak, media elektronik, media online, sosialisasi,
komunikasi kelompok yang dilakukan partai, organisasi masyarakat, dsb.
IV.
Sasaran atau Target
Politik
Sasaran atau target politik adalah anggota
masyarakat yang diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk pemberian
suara kepada partai atau kandidat dalam Pemilihan Umum. Mereka adalah
pengusaha, pegawai negeri, buruh, pemuda, perempuan, mahasiswa, dan semacamnya.
V.
Pengaruh atau efek
Komunikasi Politik
Pengaruh atau efek komunikasi politik yang
diharapkan adalah terciptanya pemahaman terhadap sistem pemerintahan dan
partai-partai politik, keaktifan masyarakat dalam partisipasi politik, dimana
nantinya akan berdampak pada pemberian suara dalam Pemilihan Umum.
PKS Kritisi
Kepemimpinan Gibran-Teguh, Komunikasi Politik Kurang Baik
kritik ini di sampaikan oleh ketua fraksi PKS
yaitu Asih Sunjoto Putro, beliau berterus terang kepada Gibran untuk berguru
lagi kepada mantan walikota solo, FX Hadi Rudyatmo yang sekaligus menjabat
sebagai ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia –
Perjuangan.
Dalam pengambilan
kebijakan walikota solo masih kurang baik. Maka dari itu walikota solo Gibran
Rakabuming Raka perlu belajar lagi kepada mantan walikota surakarta FX Hadi Rudyatmo,
ujar Asih.
Karena keputusan
tergesa-gesa yang di buat oleh walikota solo Gibran Rakabuming Raka membuatnya
jadi mengeluarkan kebijakan yang kurang efektif dengan timbulnya kritik di
kalangan masyarakat dan pemerintah kota solo lainnya.
Kebijakan yang di
keluarkan walikota solo yakni menaikkan nilai jual objek pajak dan pajak bumi
dan bangunan secara signifikan 400 persen sehingga membuat keresahan di
kalangan masyarakat kota surakarta. walaupun akhirnya kebijakan itu di cabut
lagi, hal ini sudah menunjukkan contoh komunikasi yang kurang baik di kalangan
pemerintah kota solo.
Walikota solo, Gibran
Rakabuming Raka menolak untuk di banding-bandingkan dengan mantan walikota
surakarta, FX Hadi Rudyatmo.
Mulai dari gaya
kepemimpinan dan komunikasi nya kepada masyarakat kota solo.
Walikota solo tersebut
berkata “yang penting pekerjaan saya selesai”, masalah pola komunikasi nya
dengan masyarakat tidak terlalu di pentingkan.
Hal ini juga sempat di
singgung, perlunya meniru pola komunikasi “ tujuh (7) Si “ yang di terapkan
oleh mantan walikota surakarta FX Hadi Rudyatmo.
Tujuh (7) Si itu adalah
komunikasi, koordinasi, solusi, sosialisasi, realisasi, koreksi, dan evaluasi.
Dengan terjadi nya
kejadian tersebut membuat walikota solo, Gibran Rakabuming Raka semakin buyar konsentrasi nya terhadap
pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat.
Ketua fraksi PKS, DPRD
solo Asih Sunjoto Putro juga menjelaskan berdasarkan badan pusat statistik (BPS) solo di tahun
2022, angka kemiskinan di tahun 2020 di angka 9,03% sedangkan angka kemiskinan
di tahun 2021 naik di angka 9,4%.
Angka tersebut jauh di
luar target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di tahun 2021
yang di targetkan sebesar 8,62% dan target di tahun 2022 sebesar 8,25%.
Sedangkan pembangunan
masih fokus pada infrastruktur fisik. Namun dalam sisi non fisik nya masih
banyak keluhan seperti tergusurnya lahan pedagang di taman satwa taru jurug
yang sampai saat ini tergusur dengan adanya solo safari. Dan juga permasalahan
pembangunan sentra mebel beberapa waktu yang lalu.
Saran dari FPKS DPRD
Asih Sunjoto Putro “perbaikan komunikasi politik dengan semua stakeholder ke
depan harus di perbaiki lagi agar pembangunan kesejahteraan masyarakat menjadi
perhatian dan masalah kemiskinan bisa di selesaikan dan capaian target sesuai dengan
RPJMD yang telah di tetapkan.
Maka dari itu
komunikasi yang baik itu sangat-sangat di perlukan di kalangan mana saja agar tidak terjadinya kesalah
pahaman anatara pihak komunikator dan komunikan, jika seandainya walikota solo
tersebut ingin membuat suatu kebijakan, yang mana kebijakan tersebut di rembuk
kan terlebih dahulu dengan anggota yang lain sampai mufakat (asalkan kebijakan
yang di buat masuk akal), tidak mungkin ada kesalah pahaman dengan anggota yang
lain nantinya.

Komentar
Posting Komentar