Hidup kita semuanya adalah ujian dan cobaan dari sang Pencipta, kaya dan miskin, susah atau senang, siang malam pun. Semua ini adalah ujian, tapi ingatlah bahwa Allah sedang menguji kemampuan kita.
Kita hidup di dunia ini adalah ladang akhirat, dan selama kita masih hidup di dunia ini, pasti Allah akan menguji kita untuk menilai seberapa kuat iman kita dan seberapa tinggi derajat kita di mata Allah.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Kemudian Allah memberikan pahala kebaikan jika orang yang diuji itu bersabar dan berbuat kebaikan serta mencari jalan keluar yang diridhoi Allah, dan sebaliknya Allah memberikan dosa jika ia tidak bersabar dan menemukan jalan keluarnya. dengan cara yang tidak berkenan kepada Allah.
Sebagai contoh orang yang diuji tapi ia malah mencari jalan keluar dengan maksiat seperti mabuk-mabukan, berfoya-foya atau bahkan na’uzubillah bunuh diri, itu semua adalah hal yang dimurkai Allah.
Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya : Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Allah memudahkan hambanya dalam setiap cobaan, dalam ayat ini ada Taukid atau penegasan dengan nama diri, sehingga maknanya sangat tetap. Allah memberikan pertolongan setelah kesulitan, bahkan Allah menyebutkannya dua kali.
Jadi kita harus yakin bahwa kita benar-benar bisa melewati semua ujian yang Allah berikan kepada kita.

Komentar
Posting Komentar